Hari ini kebetulan pekerjaan sedang tidak banyak, jadi saya sempatkan untuk nonton televisi sampai puas. Saya tertarik dengan pemberitaan khusus dari salah satu stasiun televisi swasta yang terus-terusan menyiarkan kondisi Gaza yang semakin memburuk akibat serangan biadab Israel.

Aksi unjuk rasa terjadi dimana-mana, bahkan di negara yang disebut-sebut sebagai sekutu Israel, seperti Amerika, Inggris, Prancis, dan Australia terjadi demo besar-besaran. Di Amerika sendiri aksi unjuk rasa dilakukan oleh lebih dari 1000 orang demonstran. Sungguh aksi simpatik yang sangat luar biasa.

Di Indonesia sendiri, arus gelombang demonstasi mengecam kebiadaban Israel dari hari ke hari semakin meningkat.

Untung di Indonesia tidak ada kedutaan Israel, mbah. Bisa-bisa dihabisi oleh FPI. Hehehehe.

Mungkin tidak ada habisnya, kalu kita berbicara masalah kondisi Palestina saat ini yang menjadi bulan-bulanan Israel. Kekesalan saya mulai memuncak ketika diberitakan bahwa Israel tidak mau mematuhi resolusi dari PBB. Memang sepertinya Israel harus dihapus dari peta dunia, seperti apa yang sering dilontarkan oleh para pengunjuk rasa.

Ya wes, sikat saja mbah. Hehehehe.

Di beberapa mailinglist yang saya ikuti, banyak sekali email yang berisi ajakan untuk memboikot produk-produk yahudi. Nah mengenai cara yang satu ini saya sendiri sebenarnya kurang setuju. Karena banyak sekali produk-produk luar negeri yang saat ini masih kita butuhkan. Saya tidak bisa membayangkan, kalau seluruh gerai-gerai KFC, Mc Donald’s, atau apalah namanya ditutup, berapa banyak pengangguran yang akan tercipta. Padahal mungkin kita tidak tahu bahwa banyak sekali saudara-saudara kita yang muslim mencari nafkah sebagai karyawan disana. Lantas bagaimana mereka akan mencarikan nafkah untuk anak istrinya, bagaimana mereka akan membiaya pendidikana anak-anak mereka?? Apakah para demonstran mau menanggung biaya hidup mereka? Kalo iya, so what… tutup dan boikot saja semua jenis usaha & produk yang berasal dari luar negeri (yang kita anggap yahudi). Saya menemukan sebuah jawaban yang cukup bijak (menurut saya) mengenai aksi boikot-boikotan produk yahudi disini.

Mbah, sampean kok masih saja pakai email dari Yahoo!? Hehehehe.

Lanjut lagi ke acara nonton tv saya tadi. Beberapa aksi demonstasi yang dilakukan di beberapa negara-negara, dilakukan dengan ritual “lempar sepatu”.

Wow, ternyata insiden pelemparan sepatu ke George Bush sedang jadi trend mbah. Apa sampean ndak ikut lempar sepatu?

Tapi yang saya herankan, pemberitaan aksi lempar sepatu hanya terjadi di negara-negara barat. Sampai pagi hari saya tongkrongi televisi “bekas” kesayangan saya, kok di Indonesia tidak ada aksi serupa? Lantas saya nyeletuk ke kawan saya yang sedang khusyuk nonton berita pagi. “Kang, sampean ngerti ndak, kenapa di Indonesia tidak ada aksi lempar sepatu? Saya tidak dapat membayangkan kalau saja unjuk rasa di Indonesia dilakukan dengan aksi lempar sepatu, para penjual sepatu bekas serta para pemulung (dengan pakain dinas lengkap) akan berbaris rapi di ‘shaf’ depan, menunggu rejeki melayang ke arah mereka.” Hahahaha, kami pun dapat tertawa setelah beberapa jam tegang menonton pemberitaan kebiadaban Israel terhadap Palestina.

Bagaimanapun juga, mari kita bantu saudara-saudara kita di Palestina semampu kita, walaupun hanya dengan doa.