PageRank Monitor

Weblog of Novia Agustiar Rahmat

Bank, Gampang Masukin – Susah Ngeluarin

Gampang masukin, susah ngeluarin. Bagi saya, mungkin itulah motto yang paling pas bagi Bank. Coba saja perhatikan, kalau anda akan menabung di bank, prosesnya sangat-sangat mudah, hanya mengisi formulir setoran, lalu ke teller, selesai. Uang anda telah berpindah tangan ke teller dengan demikian mudahnya. Gampang bukan?

Lain halnya kalau anda akan melakukan penarikan tunia di bank. Prosesnya tidak hanya  mengisi formulir – ke teller – lalu selesai. Selain mengisi formulir penarikan anda harus menunjukkan kartu ATM atau kartu identitas anda (yang masih berlaku).

Loh kok pakai ATM segala mbah? Ya sama saja artinya ambil duit di atm dong.

Kalau kartu identitas atau kartu ATM ketinggalan, ya segera balik kanan, hehehe. Tapi sepertinya tidak semua bank menerapkan aturan harus membawa ATM. Saya sudah 2 (dua) kali memiliki pengalaman yang tidak “meng-enakkan” pada saat pengambilan tunai di 2 (dua) bank yang berbeda.

Yang pertama penghujung tahun 2008, adik saya di Lombok minta tolong ke saya untuk melakukan pelunasan kendaraan yang kebetulan dibeli di Bantul. Ya saya suruh transfer uangnya ke salah satu rekening saya di Bank BRI. Karena jumlah penarikan dari kartu ATM yang saya miliki terbatas, mau ndak mau saya harus ke bank langsung untuk melakukan penarikan secara manual. Kebetulan didekat tempat tinggal saya, ada kantor cabang pembantu BRI yang baru-baru saja diresmikan. Saya memutuskan untuk melakukan penarikan disana, biar tidak usah jauh-jauh ke BRI Cab. Yogyakarta di Jl. Cik Di Tiro (Terima kasih BRI). Setelah dibukakan pintu dan diterima dengan senyum ramah pak satpam, saya langsung mengisi formulir penarikan dan segera masuk ke baris antrian, biar ndak keduluan. Akhirnya tibalah giliran saya. Mas teller-nya memulai pembicaraan dengan sapaan yang ramah. Lalu teller meminta saya untuk menunjukkan kartu identitas, “Oh pakai KTP juga toh mas?” (maklum saya tidak pernah melakukan pengambilan uang tunai di bank BRI). Tiba-tiba mas teller-nya bilang “Mas KTP-nya sudah expired ya?”. “Ah masak sih?” Lantas KTP tersebut saya lihat tanggal expired-nya, “oala maak, sudah lewat 3 hari”. Hahahaha, berarti 3 hari yang lalu saya ulang tahun dong.

Mbah… mbah… sampean sudah dihinggapi penyakit pelupa rupanya. Eling mbah… eling….

Teller lantas meminta kartu identitas lainnya yang masih berlaku (belum expired). Saya keluarkan SIM, ternyata sama saja, sudah expired juga 3 hari yang lalu. “Trus gimana mas?”. Mas teller-nya bilang “Bapak tidak bisa melakukan penarikan di bank, karena KTP bapak sudah mati. Aturannya memang seperti itu pak. Coba ambil via ATM saja pak”. Doh, kalau lewat ATM, ya ndak bisa ambil semua dong. “Jadi beneran ndak bisa ya mas? Coba mas liat baik-baik, ini buku tabungan atas nama saya, trus ini ada ATM BRI atas nama saya juga. Nama yang tertera di buku tabungan sama dengan nama yang tertera di KTP & SIM. Tanda tangannyapun sama persis. Ini asli punya saya mas”. Tapi teller tetap bersikukuh bahwa untuk melakukan transaksi harus dapat menunjukkan kartu identitas yang belum expired. “Ya sudahlah kalau memang aturannya seperti itu”. Saya lantas keluar dari bangunan yang masih klimis tersebut dengan perasaan dongkol.

Kejadian kedua terjadi siang ini (12/01/08). Bulan lalu kartu ATM Mandiri saya diblokir, gara-gara salah memasukkan PIN. Saya pikir nanti-nanti sajalah buka blokirnya, sekalian ganti kartu – soalnya kartu ATM saya sudah hampir patah – dan juga agar isinya tidak terkuras oleh alam bawah sadar saya. Karena sedang kere, hari ini saya menyempatkan diri untuk ke bank Mandiri, untuk meminta agar blokir ATM saya dibuka. Sesampai di bank Mandiri Jl. Kaliurang, tiba-tiba muncul keragu-raguan “Jangan-jangan nanti harus menunjukkan KTP, padahal saya belum sempat pulang ke Lombok untuk memperpanjang KTP”. Akhirnya saya putuskan untuk melakukan pengambilan uang melalui teller, karena seingat saya untuk pengambilan langsung di bank Mandiri tidak perlu menunjukkan kartu identitas. Tibalah giliran saya untuk dilayani oleh teller. Seperti biasa, teller menyapa dengan ramah. Lantas saya berikan buku rekening dan slip penarikan. Tiba-tiba teller meminta kartu ATM saya. “Loh kok pake ATM segala?”. Seinget saya tidak pakai ATM? (Mungkin saya yang sudah pelupa). “Mas, ATM saya sedang keblokir, makanya saya melakukan pengambilan disini. Kalau ATM saya ndak keblokir, ngapain juga saya jauh-jauh kesini, saya ke ATM saja – dekat dari tempat tinggal saya”. “Wah harus pakai ATM pak, sambil menunjukkan mesin gesek yang biasa kita lihat di swalayan-swalayan”. Akhirnya teller menyarankan saya ke CS, untuk meminta surat keterangan pengambilan tunai tanpa ATM. Dihadapan CS, saya menyampaikan permasalahan yang terjadi. Lalu oleh CS, saya disarankan untuk melakukan penggantian kartu saja karena kartu ATM saya sudah sangat parah. Akan tetapi saya tetap tidak dapat melakukan penggantian kartu ATM baru, sebab KTP saya sudah expired. Dengan sisa-sisa harapan akhirnya saya minta tolong untuk dibukakan blokirnya saja (sambil berharap nantinya ATM yang sudah hampir patah tadi masih dapat dipergunakan). Mungkin karena kasihan, mbak CS tadi akhirnya bersedia membukakan blokir kartu ATM saya – dengan mengindahkan KTP yang sudah expired. Ternyata bank Mandiri tidak hanya terkenal dengan keramahannya dalam memberikan pelayanan kepada nasabah, tetapi juga dapat memberikan kemudahan bagi nasabah yang sedang kesusahan seperti saya ini (wong mau ngambil duit sendiri kok ya susah banget toh?). Sayang sekali saya tidak sempat berfoto bareng dengan mbak CS tadi, hehehehe – maunya. Terima kasih banyak bank Mandiri.

Mbah, sampean iku contoh warga negara yang buruk, KTP kok wes expired. Kepriben.

Jadi bagi anda yang akan melakukan pengambilan tunai di bank, jangan lupa mempersiapkan kartu identitas (yang masih berlaku), dan kartu ATM. Dan jangan lupa selalu memperhatikan tanggal berakhirnya kartu identitas anda dan segera diperpanjang.

Tags: , , , ,
Posted in Catatan by on 13/01/2009 at 01:29

Baca juga tulisan terkait berikut ini :

5 Responses to “Bank, Gampang Masukin – Susah Ngeluarin”

  1. setyo on 13/01/2009 at 12:43 :

    warga negara kok ndak punya KTP…
    kena garukan loh…
    nanti tunjukin ajah mana yang gatal, biar digaruk sama petugasnya… :))

  2. opik on 13/01/2009 at 23:25 :

    Hahahahaha, rupanya sudah pengalaman digarukin sama petugas ya kang. Hahahahaha

  3. tety on 18/06/2009 at 22:12 :

    setuju mas.. aku juga punya pengalaman yang sama persis.. ketika buka tabungan berencana di salah satu bank syariah terkenal, mudah banget.. secara waktu itu ktp ku daerah masih berlaku.. huehuheuhue..

    trus.. begitu tabungan berencana tersebut selesai, aku mau ambil duitku yang telah 1 tahun aku tabung rutin tersebut, wealah… gag bisa sampe sekarang, hanya karena masalah sepele.. KTP daerahku dah mati, dan mereka maunya KTP yang sekarang berlaku.. lah padahal aku bikin KTP DKI wae gag rampung-rampung.. mbulet wae.. nyebelin…

    lha wong duit-duit ku dewe, bukti juga ada kalo aku ini orang yang sama, kenapa ribet di ambilnya sih ?.. :-o gondok juga euy.. huehuehueu

  4. opik on 19/06/2009 at 00:40 :

    Kalau birokrasinya tidak berbelit-belit seperti diatas, ya bukan Indonesia namanya :D.
    Tapi kita sebagai rakyat biasa, mau gimana lagi…
    Ya ikuti sajalah aturan mainnya walaupun kita dongkolnya setengah mati.

  5. Arie on 27/12/2009 at 12:16 :

    LOWONGAN KERJA SATPAM / SECURITY TERBARU BAGI LULUSAN SD, SMP, STM, SMA, SMU, SMK, SMEA

    GOLDEN MILENIUM SECURITY, Bergerak di bidang jasa Pengamanan, yang bekerja sama dengan Mall, Hotel, Apartement, Bank, Rumah Sakit dan gedung perkantoran yang ada di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok dan Tanggerang.

    KETENTUAN YANG BERLAKU :

    01. Pengalaman kerja Satpam / Security tidak di Utamakan.
    02. Setelah dinyatakan lulus seleksi oleh Kami, maka calon anggota Satpam / Security langsung mengikuti pelatihan selama 1(satu) minggu dan langsung penempatan kerja.
    03. Selama pelatihan di sediakan Mess (tempat tinggal).
    04. Gaji yang akan diperoleh per bulan setelah bekerja adalah UMR DKI + Lemburan.
    05. Biaya administrasi sebesar Rp. 500.000 (dipotong dari gaji setelah bekerja).
    06. Biaya baju seragam, atribut Satpam / Security, pelatihan dan piagam sebesar Rp. 1.500.000 (dibayarkan di muka pada saat seleksi dengan mendapatkan tanda terima penerimaan kerja, uang akan di kembalikan saat itu juga apabila dalam ujian dinyatakan tidak lulus seleksi penerimaan anggota Satpam / Security).

    PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI :

    01. Jenis kelamin Pria / Wanita.
    02. Membuat surat lamaran kerja beserta daftar riwayat hidup.
    03. Melampirkan Ijasah foto Copy (setelah bekerja yang asli di lampirkan).
    04. Pas Foto berwarna 4 X 6 sebanyak 4 lembar.
    05. Foto Copy KTP sebanyak 4 lembar.
    06. Foto Copy Surat Keterangan Kelakuan Baik dari kantor Polisi.
    07. Surat Keterangan Sehat dari Dokter / Puskesmas yang asli.
    08. Tinggi badan Pria 170 Cm, Wanita 160 Cm.
    09. Umur Maksimal Pria 38 Th, Wanita 25 Th.
    10. Meterai sebanyak 3 Buah.

    APABILA SEMUA PERSYARATAN DAN KETENTUAN
    TERPENUHI DI JAMIN LANGSUNG BEKERJA

    Lamaran Dapat Di kirimkan
    Melalui Pos ke :

    GOLDEN MILENIUM SECURITY
    Gedung Plasa Lippo (CIMB NIAGA) Lt. 5
    Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
    Jakarta – 12920

    Atau Lamaran Dapat Di kirimkan
    Melalui Email ke :

    (arie_golden@yahoo.com)

    Untuk Informasi
    Hubungi Sdr. Arie
    Telp : (021) 32228536
    HP : 0855-1029572
    0813-17926502
    (Mohon Maaf Kami Tidak Melayani SMS / Missed Calls)

Leave a Reply

© 2014 Weblog of Novia Agustiar Rahmat
PageRank Checker