Raden Tuan Guru Bajang KH L.G. M. Zainuddin Atsani

Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani
Tuan Guru Bajang KH L.G. M. Zainuddin Atsani

Dikalangan Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) sudah tidak asing lagi nama Tuan Guru Bajang KH Lalu Gede Zainuddin Atsani. Sebuah nama yang mewarisi nama pendiri NW Almagfurulah Maluna Syaikh Zainuddin Abdul Majid. Penamaannya memang dihajatkan sebagai penerus perjuangan dalam membesarkan organisasi islam  terbesar di  NTB. Beliau lahir 6 Januari 1981 di tempat kelahiran kakeknya, Rumah Desa (Gedeng Dese).

Beliau terlahir dari pasangan, Drs. H.L.G. Wiresentae – Hj St Raihanun Zainuddin AM, putri bungsu maulanasyaikh. Waktu lahir yang memberikan nama beliau adalah maulansyaikh sendiri ddengan nama Zainuddin Atsani, dengan harapan kelak kalau sudah dewasa bisa menggatikan posisinya untuk membimbing ummat dan melanjutkan perjuangan organisasi NW. Dari sejak itu beliau selalu dipanggil Tuan Guru Bajang kendati usiannya sangat belia. Maulanasyaikh pada setiap pengajian, beliau selalu menyebut Zainuddin Atsani dengan sebutan Tuan Guru bajang. Sejak saat itulah nama Tuan Guru Bajang dikenal dikalangan warga NW dan masyarakat Lombok pada umumnya. Tak ada yang tidak mengenal sosok Tuan Guru bajang Zainuddin Atsani. Pada masa kecilnya selalu dalam bimbingan sang kakek. Tidak heran kemudian kalau putra dari PB NW, Umuna Hajjah Siti Raihanun Zainuddin Abdul Majid, tumbuh dan berkembang sebagaimana kakeknya.

Secara fisikpun antara kakek dan cucu ini bagai pinang dibelah dua. Selain itu dalam perjalanan pendidikannya juga sama. Itu artinya selain secara fisik Tuan Guru Bajang KH Lalu Gede Zainuddin Atsani, juga sama  dalam riwayat pendidikannya. Maulana Syaikh adalah alumnus Madrasah As-Shaulatiyah Makkah Al Mukarramah. Sebelum Wafat beliau berpesan agar Zainuddin Atsani melanjutkan studynya ke tempat dirinya mengenyam pendidikan terakhirnya.
Tuang Guru Bajang tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang konsisten terhadap masalah keagamaan sebagaimanana figure seorang Tuan Guru pada umumnya. Meskipun gelar Tuan Guru Bajang yang ia sandang, namun tidak pernah menunjukkan rasa sombong pada setiap orang. Interaksi sosialnya yang tidak pernah membedakan antara elemen masyarakat yang satu dengan yang lainnnya membuat siapa saja yang bertemu dengannya selalu merasa kagum.

Menurut penuturan para tokoh NW, sejak kecil Tuan Guru bajang Zainuddin Atsani, terus dibawa oleh kakek untuk menerima tamu besar, pergi mengisi majlis taklim, dan selalu dibawa pada acara-acara besarorganisasi NW. “Dari Syimahnya (wibawa red) beliau mirip dengan pembawaan datoknya. Beliau pendiam, kalem namun cukup disegani banyak orang,”katan TGH Mahmud Yasin, QH., salah seorang tokoh NW dan  orang dekat maulanasyaikh.  “Tuan Guru Bajang sangat mirip dengan kakeknya, Al-Magfurulah Zainuddin Abdul Majid, dari sikap dan tutur sapanya yang santun, tidak banyak bicara, namun ketika berbicara kata-kata yang keluar sungguh penuh makna,”kata Tuan Guru H. Saefuddin Zohri yang ingin terus mengabdikan dirinya turut berjuang bersama figure muda harapan NW masa depan.

Kini jamaah NW sudah merasa teduh lagi dengan kehadiran Tuan Gurn Bajang KH Lalu Gede Zainuddin Atsani yang selalu memberikan tausiyah-tausiyah yang sama ketika pendiri NW masih hayat. “Jama’ah NW sangat bangga dengan Tuan Guru Bajang yang tidak ingin terjun dalam dunia politik, kami akan selalu mendukung keinginan  beliau yang ingin konsisten dengan organisasi dan tidak tergoda bujuk manisnya perkembangan zaman,”katanya. NW memang sangat membutuhkan figure yang seperti dimiliki Tuan Guru bajang yang hanya ingin mengabdikan diri pada perjuangan membesarkan organisasi yang di dirikan kakeknya.  Sosok yang di idolakan dalam sebuah organisasi besar seperti NW.

Karena NW akan besar apabila ada seseorang yang hendak berhidmat hanya untuk organisasi, dan bukan malah ingin mengurus yang lain walaupun dengan alasan dan membawa-bawa nama organisasi dalam perjuangan, namun dalam hatinya demi kepentingan probadi semata. “Maulana Syekh berpesan bahwa penyandang gelar Tuan Guru bajang tidak diperkenankan masuk politik, karena politik tidak kenal bersih, NW adalah organisasi yang kuat memegang ajaran islam yang bersih,”katanya.

Sumber : http://www.radiodewianjani.com

52 thoughts on “Raden Tuan Guru Bajang KH L.G. M. Zainuddin Atsani”

  1. aslm sungguh seneng sekali saya menemukan posting ini, luar biasa. mari berjuang bersama. ciptakan persatuan dan kesatuan. NW NAN JAYA

  2. ass.wr.wb.kami ucapkan
    kepada Allah yg telah berikan
    lalu usman ali kesenangan
    baca apa sak tiang oretan

    terima kasih mamiq Usman
    sak sampun baca tulisan
    tiang hanya sekedar ingatan
    bagi warga Nahdlatul wathan

    memang indah kalau bersatu
    segala urusan pasti bermutu
    Allah yang maha merestu
    pasti menerima do’a-do’amu

    orang bersatu pasti bahagia
    karena Allah maha Esa
    akan melindungi semua warga
    Nahdlatul Wathan di Mana-mana

    sebenarnya bila Nahdlatul Wathan
    bersatu dalam satu haluan
    Insya Allah,Allah Akan berikan
    kekuatan dan kejayaan

    contoh sederhana bagi warga
    pada setiap pilkada
    satu haluan pilihan kita
    insya Allah menang di pihak kita

    disinilah kita atur strategi
    cari pimpinan dari NW sendiri
    akan selalu berganti-ganti
    kader-kader NW murni

    tapi bila warga berpisah
    pasti dan pasti ada yang kalah
    akhirnya disana-sini memfitnah
    akhirnya di tinggalkan ummah

    karena itu marilah kita
    setiap ada pelaksanaan PILKADA
    bersatu dukung kader kita
    insya Allah tetap jaya

    tapi kalau tak mau bersatu
    pasti mudah di adu-adu
    oleh orang yang tak mau bersatu
    akhirnya ikuti hawa nafsu

    kalau udah ikuti hawa Nafsu
    pasti fatwanya tak bermutu
    disana-sini akan mengadu
    yang penting dapat yang di tuju

    tapi bila tak dapat yg di tuju
    kerabat saudara dimusuhi selalu
    tak kenal ajaran Allahu Rabbu
    akhirnya kerjanya memfitnah selalu

    oleh karena itu ingatlah bahwa
    jadi pimpinan ada batasnya
    mari berfikir bijaksana
    ganti-gantian ikut PILKADA

    strategi yang bijaksana
    kita dukung kader-kader kita
    menghabiskan masa jabatanya
    baru kita pilih yang lainnya

    kalau hal itu kita lakukan
    insya Allah Nahdlatul Wathan
    akan tetap jadi pimpinan
    dari Bupati sampai kegubernuran

    hanya ini dulu kami sampaikan
    sebagai suatu gambaran
    utk langkah warga nahdlatul Wathan
    untuk bina Persatuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>