PageRank Monitor

Weblog of Novia Agustiar Rahmat

Maulana Syekh dan Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani

Almagfurullah Maulana Syekh Abdul Majid, pendiri organisasi Nahdlatul Wathan satu satunya organisasi yang lahir di NTB, dengan segenap kemampuan dia membina dan berjuang sehingga perkembangan organisasi tersebut seperti sekarang ini.

Sebagai seorang panutan, Maulana Syekh hidup dengan memegang teguh ajaran Islam bermazhab Syafi’iyah. Keteguhan dalam memegang ajaran agama diimplementasikan dalam keidupannya, baik sebagai seorang pemimpin umat maupun sebagai kepala rumah tangga. Bagaimanapun cintanya terhadap seseorang, namun kalau salah menurut agama, unsure-unsur subjektivitasnya- pun tidak akan mampu mengalahkan hukum agama yang melekat dalam dirinya.

[ -edited- ]

Seperti itulah suasana keagamaan yang dikembangkan Maulana Syekh entah sebagai pemimpin organisasi, warga Negara, pemimpin umat, maupun sebagai kepala keluarga. Dari rahim istri-istrinya hanya dikaruniai 2 orang putri, Hj. Rauhun dari rahim istrinya Hj. Johariah dan Hj. Sitin Raehanun Zainuddin Abdul Majid (ketua PB NW sekarang) terlahir dari wanita keturunan ulama asal Jenggik Lombok Timur Hj. Rahmatullah. Dari kedua putri tersebut terlahir 12 orang cucu laki dan perempuan. Dan sebagai seorang ulama besar tentu merindukan seorang pengganti yang akan meneruskan perjuangannya membesarkan organisasi. Dari semua cucunya Zainuddin Atsani, satu-satunya cucu yang diberikan gelar tuan guru bajang yang diberikan Almagfurullah Maulana Syekh, bahkan gelar tersebut diberikan sejak Zainuddin bisa berjalan dalam usia 9 bulan.

“Ia dipangil Tuan Guru Bajang oleh Tuan Guru ( Maulana Syekh) sejak baru bisa berjalan, dan usianya baru 9 bulan” tutur Umi Hj. Rahmatullah istri Maulana Syekh yang masih hidup pada wartawan di Mataram. Sejak itulah Zainuddin Atsani dikenal sebagi Tuan Guru Bajang oleh masyarakat. Dan mendapat perlakuan yang cukup positif dari jamaah sebagai obat kekhawatiran saat Maulana Syekh wafat. “Kalau Maulana Syekh wafat masih ada Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani sebagai panutan kami Tuan Guru Bajang HLG Zainuddin Atsani adalah Zainuddin ke 2 setelah Almagfurullah, sesuai namanya Zainuddin Atsani, ujar salah seorang tokoh NW, Ust. Mawardi.

Maulana Syekh yang terkenal memiliki tingkat keilmuan yang tinggi yang tidak tentu mudah mengambil keputusan untuk memberikan gelar pada seseorang. bukan lantaran Zainuddin Atsani adalah seorang cucu, namun karena Zainudin Atsani memang telah memiliki keunikan tersendiri sejak masih dalam kandungan, buktinya dari 7 cucu laki-laki tidak satupun dari mereka diberi gelar Tuan Guru Bajang kecuali Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani.

Rupanya gelar Tuan Guru Bajang yang diberikan pada cucunya ini merupakan motivasi awal perkawinan antara Maulana Syekh dengan istrinya Hj. Rahmatullah yang konon satu-satunya istri yang dipilihkan oleh orang tua Maulana Syekh, TGH. Abdul Majid. Karena Hj. Rahmatullah ini keturunan seorang ulama dengan harapan agar keturunannya nanti bisa melahirkan seorang ulama pula. “Sejak saya berumur 10 tahun orang tua Tuan Guru (TGH Abdul Majid) sudah membicarakan dengan orang tua saya untuk menikahkan saya dengan tuan guru. Padahal pada saat itu saya tidak pernah berfikir untuk menikah, saya bilang sama TGH Abdul Majid bahwa saya tidak akan menikah sampai tua” tutur Hj. Rahmatullah.

Baru setelah Hj. Rahmatullah berumur 20 tahun dinikahkan dengan Maulana Syekh dan setelah 15 tahun usia perkawinan baru dikaruniai seorang putri, Hj. Siti Raehanun Zainuddin Abdul Majid (ibunda Tuan Guru Bajang HLG Zainuddin Atsani) pada saat Hj. Siti Raehanun mengidam anak-anaknya, Hj. Rahmatullah selalu mendapatkan firasat dan pertanda bahwa Hj. Siti Raehanun akan hamil, “setiap anakku, Hj. Siti Raehanun hamil selalu dijaga sama ular dan selalu saya bermimpi dan melihat sesuatu” tuturnya. Namun yang aneh, katanya, Zainuddin Atsani dia tidak melihat apa-apa dan tidak dijaga ular seperti cucunya yang lain. Ternyata pertanda kehamilan itu diketahui oleh Maulana Syekh , kala itu Maulana Syekh memerintahkan dirinnya untuk membuka semua jahitan pakaian Hj. Siti Raehanun. “Saya disuruh untuk melepaskan semua jahitan pakaian yang biasa dikenakan Hj. Siti Raehanun untuk disimpan, Raehanun akan hamil tolong lepaskan semua jahitan pakaian yang dikenakannya dan disimpan” tutur Hj. Rahmatullah meniru perkataan suaminya.

Ketika Zainuddin Atsani lahir dalam keadaan bersih tanpa darah Maulana Syekh langsung menimangnya sambil memperhatikan seluruh badan cucunya. Hal in berlangsung selama beberapa hari sebelum diberikan nama, tidak lama kemudian Hj. Rahmatullah dipanggil Maulana Syekh, “ni wah pengentikku, iye taok jak turunan aranku, Zainuddin Atsani ye jari aranan” ( ini sudah yang akan menggantikan saya, dia (Zainuddin Atsani) yang akan menggantikan namaku, Namanya Zainuddin Atsani) tutur Hj. Rahmatullah lagi-lagi menirukan perkataan Maulana Syekh.

Bahkan Maulana Syekh mempercayakan keturunan Zainuddin Atsani yang akan mewarisi nama Zainuddin selanjutnya. Keturunan Zainuddin Atsani yang laki nantinya akan menjadi Zainuddin Atsalits (Zainuddin ke tiga) dan setrusnya. Masa kecil Zainuddin Atsani selalu didekat dan kasih sayang kakeknya, nama Tuan Guru Bajang diberikan saat Zainuddin Atsani baru bisa berjalan, Tuan Guru Bajang mulai dikenal dikalangan jemaah NW saat dirinya selalu diikutkan pengajian-pengajian pada saat usia balita hingga beranjak remaja, bahkan Tuan Guru Bajang kerapkali menggantikan kakeknya menghadiri pengajian, bila sang kakek berhalangan hadir, walaupun masih kecil kerapkali menggantikan niniknya mengadiri pengajian, dia cukup duduk saja dan pengajian diisi oleh Masyaekh Ma’had, para jamaah merasa cukup antusias dengan kehadiran Zainudin Atsani yang masih kanak-kanak yang hanya sekedar duduk menggantikan kakeknya, kata Ust. Asror yang pernah menghadiri suatu pengajian yang diwakili Zainuddin Atsani.

Hingga menjelang wafatnya Maulana Syekh, Tuan Guru Bajang banyak mendapatkan wasiat yang bersifat khusus dalam upaya meneruskan perjuangan kakeknya membesarkan organisasi NW untuk umat dan masyarakat. “Saya berharap warga NW tetap bersatu merapatkan barisan dibawah ketua umum PB yang sah Hj. Siti Rehanun Zainuddin Abdul Majid, sesuai wasiat ninik, PB itu satu bukan dua atau tiga, itu yang harus kita pegang teguh sebagai warga NW” inggat Tuan Guru Bajang HLG Zainuddin Atsani dalam setiap pengjiannya.

Sumber : http://lotengpers.wordpress.com/profile-tokoh/

Tags: , ,
Posted in Nahdlatul Wathan by on 23/04/2008 at 23:58

Baca juga tulisan terkait berikut ini :

19 Responses to “Maulana Syekh dan Tuan Guru Bajang Zainuddin Atsani”

  1. Himmah NW on 10/01/2009 at 15:18 :

    Tulisan ini cukup baik berbicara tentang siapa pengganti tuan guru Zainuddin, kalau saya memandang apa yang dilakukan oleh maulana Syekh adalah upaya atau harapan beliau terhadap kelansungan dari kepemimpinan beliau di Organisasi NW.Seorang Bapak yang sukses (menjadi Tuan Guru) tentu berharap ada di antara keturunannya akan mengikuti kesuksesannya, kalau bukan anaknya ya cucunya. Namun tidak semua apa yang diharapkan harus tercapai, Allahlah yang lebih tahu tentang rencananya kedepan.sekedar contoh, ada orang berharap anaknya yang pertama menjadi Tuan Guru, tetapi Allah tidak menghendaki demikian, menurut Allah anak kedua yang lebih pas menjadi tuan guru karena itu Allah menjadikan anak kedua menjadi tuan guru. Untuk itu jangan kita menutup segala kemungkinan-kemungkinan lain dari apa yang kita rencanakan atau harapkan. kita boleh berharap, tapi hasilnya nanti kita tunggu setelah Allah merestui, jangan kita mendahului apalagi sampai kita berani membuat zainuddin tsalis, ini mendahului kehendak ilahi. OK
    Namun terlepas dari itu semua akan lebih baik apabila penulis mampu menguraikan secara objektif tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Zainuddin Tsani, ada berapa persen kelebihan maulana Syekh (sang Kakek) dimiliki oleh Zainuddin tsani, ada berapa kesamaan (selain nama) dengan sang kakek. ya dari sisi kecerdasan ketika sekolah/kuliah seperti kakeknya, dari sisi kemampuan membangun kharisma di Masyarakat, kemampuan mempengaruhi orang lain, dan banyak yang lainnya ntar kita diskusikan lebih lanjut. ini dulu ya, saya tunggu komment anda. OK

  2. opik on 10/01/2009 at 18:49 :

    Terima kasih atas kunjungan & masukan dari rekan-rekan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan.

    Adapaun tulisan ini bukan merupakan tulisan saya pribadi. Tulisan ini saya ambil dari blog Loteng Pers (http://lotengpers.wordpress.com).

    Insya Allah, nanti saya akan mencoba menuliskan apa yang rekan-rekan dari Himmah NW sarankan. Hanya saja, saya perlu mencari referensi lebih banyak lagi.

    Mungkin rekan-rekan Himmah memiliki referensi lebih untuk tulisan ini? Silahkah jikalau ada mungkin bisa kita jadikan sebagai bahan diskusi.

    Salam kenal dari putra sasak di daerah rantau.

  3. nishi on 12/02/2009 at 19:05 :

    salam, slam knal, sy ga mau comment, cma mau tanya da ga yg pnya hizib NW yg bntuknya digital,misal mp3 or yg lain,tlg klo ada krm k email sy, trima ksh walkum slm.

  4. opik on 12/02/2009 at 20:44 :

    Nishi, Insya Allah kalau saya sudah punya Hizib Nahdlatul Wathan versi digital akan saya kirimkan. Terima kasih.

  5. Yandi on 02/05/2009 at 00:43 :

    Saya minta tolong dikirimkan hizib Nahdlatul Wathan versi digital..terima kasih

  6. opik on 02/05/2009 at 12:58 :

    Yandi : Saat ini saya belum punya. Insya Allah nanti kalau saya punya, akan saya kirimkan via email.

  7. APIPUDDIN on 02/01/2010 at 21:29 :

    SELAMAT atas terbitnya Blog ini. mari kita tingkatkan karya tulis kita dan kami menunggu tulisan selanjutnya tentang NW…. SUKSES…… amiin. buka saya kami dan bergabunglah…. Facebook:>>> ” Ghafet Perenung Ulung”. Wassalam…. ALLAUAKBAR… JAYA NW KU…….. NAHDLATUL WATHAN FIL KHAIR…….

  8. Save Our Forest on 02/01/2010 at 21:44 :

    Saya mengapresiasi penuh dgn adanya tulisan ini karena dgn tulisan ini masyarakat dpt mengetahui profil NW secara umum. Maju terus NW..

  9. Muhammad Isa on 28/02/2010 at 18:27 :

    Tunas juluq, lamune bau jaq kiriman tiang Hizib Dig. dan foto TGB

  10. ruhul jihad on 09/04/2010 at 01:25 :

    ass.wr.wb. kami ucapkan
    kepada saudara alumni dan simpatisan
    yang telah mengomentari tulisan
    tentang pewaris nahdlatul wathan

    marilah coba kita cermati
    memang nama ini zainuddin tsani
    namun kita lihat dari cucu Bapak Hamzanwadi
    nama cucu yang kedua setelah Zainul Majdi

    antara Zainuddin tsani dan Zainul Majdi
    mempunyai kelebihan tersendiri
    coba mari kita sama-sama sadari
    keduanya kan cucu bapak Hamzanwadi

    tulisan diatas sangat nampak sekali
    memojokkan cucu bapak Hamzanwadi
    tuan guru bajang zainul Majdi
    padahal sifatnya mirip Bapak Hamzanwadi

    oleh karena itu marilah kita
    coba menilai dengan iman taqwa
    jangan menilai dengan nafsu durjana
    karena itu merusak iman kita

    apakah kita tidak sadarkan diri
    kedua-duanya cucu hamzanwadi
    kalau yang satu kita benci
    berarti kita benci bapak Hamzanwadi

    oleh karena itu langkah yang bijaksana
    menurut ajaran agama dan iman taqwa
    mari kita dukung kedua-duanya
    agar NW bersatu daaiman abada

    oleh karena itu pada waktu mendatang
    marilah kita pilih kedua tuan guru bajang
    pasti salah satu yang menang
    kita bersama dukung dengan senang

    kalau langkah itu kita lakukan
    insya Allah Nahdlatul Wathan
    akan terjalin persatuan
    disanalah NW puncak kejayaan

    demikian kami haturkan
    sebagai suatu gambaran
    bagi kita memperjuangkan
    Organesasi Nahdlatul Wathan

    Ruhul Jihad

  11. kadri usman on 29/04/2010 at 10:20 :

    as wr……. salam dari saya kadri usman yang ada di daerah rantauwan kalti……. wahai saudara ku NW semenjak saya berada diluar daerah brau terasa gimana bangganya berorganisasi NW….. namu rasanya NW yang ada di luar daerah lebih bersatu darui pada di pusatnya…. disini orang mengatakan NW itu satu dan dia mengamalkan seperti itu……. tidak seperti di pusat satu tapi berbeda. jadi samahalnya dengan dua marilah kita bersatu kembali insya allah NW akan jaya kembali… mari kita setop kata perpisahan.. brilah contoh bagi yang berada di luar daerah biar semakin yakin dengan organisasikita

  12. kadri usman on 29/04/2010 at 10:49 :

    buat himmah NW di atas : anda terlalu berpegang ma takdir, takdir itu dikatakan setelah kita sudah berusaha…. sedangkan menurut saya kariya tulis yang di atas merupak usaha untuk mewujudkan apa yang sudah prediksikan oleh guru besar kita,,,,,,, dan klok semua yang ada di kehidupan ini takdir.. untuk apa allah menciptakan akal dan pikiran untuk kita….. dan ingan ada qadak dan ada qadar…. ada yang bisa dirubah dan ada yang tidak bisa dirubah………?????? saya tunggu komentarX

  13. Araby on 11/01/2011 at 22:38 :

    Kepada saudara Ruhul Jihad, mengenai keberatan anda bahwa Tuan Guru Haji Zainul Majdi terpojok dengan Website ini,,,,Wajar…karena anda tidak tau masalah sebenarnya perjalanan NW 30 tahun yang lalu…. Silahkan anda bertnya kepada pembesar NW yang tahu NW dan memonitor Sepak terjang Maulana dari dekat. Tanya dengan detail kepada murid-murid maulana…yaitu Masyayikh Ma’had DQH NW Anjani. Karena Ketika HIjrahnya NW tahun 1998 dari Pancor ke kalijaga dan dari Kalijaga ke Anjani para masyayikh Ma’had DQH NW Pancor pada saat itu seluruhnya ikut hijrah iring PBNW hasil Muktamar X di Praya, kecuali 2 orang masyayikh yaitu: TGH. yusuf Makmun dan TGH. zahid Syarif.

    Silahkan Tanya 3 orang masyayikh berikut ini:
    1. TGH. Muhammad Ruslan Zain An-Nahdly (Amid Ma’had DQH NW)
    2. TGH. Mahmud Yasin, QH (Wakil Amid)
    3. TGH. Mustami’uddin Ibrahim, SH (Masyayikh dan Rektor UNW Mataram)

    SELAMAT BERTANYA………………….!

  14. Syamsudin M on 31/05/2011 at 11:05 :

    tolong jangan membuat tulisan yang terkesan pihak memihak begitu.kita semua rindu jamaah ini dapat berkumpul kembali.rukun melaksanakan amanah Almaghfurullah.siapapun Tuan guru Bajangnya,silahkan.toh memang Gubernur NTB sudah lebih 35 tahun.kalau tidak tepat disebut TG Bajang lagi karena usia,silahkan aja saudara Zainul Atsani yang maju.tidak ada yang keberatan.tapi jangan menyinggung nyingung ada isteri Almaghfurullah dicerai karena tidak taat pada agama.sumber yang anda dapat itu masih satu,kunjungi yang lain biar lebih obyektif.siapapun anda saya salut,anda telah ikut serta meramaikan gaung Nahdlatul Wathan lewat media Internet ini.terus terang saya alumni MDQH/IAIH Pancor,sekarang dinas di Kanwil Hukum dan HAM Bali. terimakasih

  15. opik on 31/05/2011 at 12:09 :

    Syamsudin M,

    Terima kasih sudah mengingatkan. Tulisan diatas murni di copy-paste secara utuh (tanpa editing) dari sumber diatas. Karena banyak yang tidak merasa nyaman dengan beberapa bagian dari tulisan diatas, maka saya telah melakukan editing pada beberapa bagian.

    Terima kasih.

  16. araby on 30/12/2011 at 15:42 :

    kepada saudara-saudara marilah kita lihat esok. Sudahlah ….Kita tinggalkan adu debat….Selamat menunggu. trmakasih

  17. pahman on 13/05/2012 at 16:38 :

    YA SAYA SANGAT SETUJU SUDAH MASANY KITA MENGEDEPAKAN PERSAMAAN DAN HILANGKAN SEKAT-SEKAT YANG DAPAT MEMISAHKAN, BETAPA DAMAINYA JIKA NW BISA BERSATU LAGAI

  18. Rul Kanter on 16/06/2012 at 13:53 :

    Pokoknya NW, Pokok NW Iman dan Taqwa

  19. ruhul jihad on 03/08/2012 at 10:02 :

    ass.wr.wb.kami ucapkan
    kepada semua warga Nahdlatul Wathan
    dengan adanya ishlah pimpinan
    harus semua Warga ada dukungan

    maka marilah kita lihat persamaan
    jangan sekali-kali mencari perbedaan
    kalaupun ada perbedaan
    jangan jadikan permasalahan

    seperti saat sekarang ini
    setelah bersatunya kedua Ummi
    pasti ada yang tidak setujui
    karena takut kehilangan kursi

    namun disinilah kita akan sama-sama
    mengamalkan wasiat renungan Masa
    karena itu modal yang paling utama
    untuk mendapatkan NW akan Jaya

    WAHAI ANAKKU RAUHUN RAIHANUN
    TETAPKAN DIRIMU SELANGKAH SEAYUN
    MEMBELA NW TURUN TEMURUN
    BERTANGGA NAIK BERJENJANG TURUN

    WAHAI ANAKKU RAUHUN RAIHANUN
    Ini Wasiat Sudah Bertahun-Tahun
    Agar Dibina Dan Di Bangun
    Mempersatukan Umat Dengan Sopan Santun

    TETAPKAN DIRIMU SELANGKAH SEAYUN
    Memperjuangan NW Dengan Tekun
    Agar Warga NW Tetap Rukun
    Mempertahankan Warga Satu Rumpun

    MEMBELA NW TURUN TEMURUN
    Setiap Masa Setiap Kurun
    Agar Jiwa Raga Terus Bangun
    Membela NW Serta Ikut Membangun

    BERTANGGA NAIK BERJENJANG TURUN
    Ini Cara Yang Baik Untuk Membangun
    Agar Warga Tetap Rukun
    Memperjuangkan NW Turun Temurun

    BILA ANAKKU TETAP BERBAKTI
    MENJUNJUNG WASIAT SETIAP HARI
    MEMBELA NW SEPENUH HATI
    BAGAI AYAM BERTELUR DIPADI

    BILA ANAKKU TETAP BERBAKTI
    Berjuang terus setiap hari
    Tanpa melihat harta dan kursi
    Hanya mencari redho ilahi

    Redho ilahi perlu dicari
    Karena tak ada dijual dan dibeli
    Hanya dituntut dengan rendah ahti
    Serta ikhlas karena Allahu robbi

    MENJUNJUNG WASIAT SETIAP HARI
    Yang dikarang Bapak Hamzanwadi
    Memperjuangkan NW dengan Murni
    Agar warga NW satu hati

    MEMBELA NW SEPENUH HATI
    Tidak keliaran kesana kemari
    Meneruskan perjuangan Bapak Hamzanwadi
    Mengharapkan Redho Robbul Izzati

    MEMBELA NW SEPENUH HATI
    Ikuti Wasiat Bapak Hamzanwadi
    Kompak utuh sepenuh Hati
    Itulah ciri NW sejati

    BAGAAI AYAM BERTELUR DIPADI
    Gambaran berjuang dengan ikhlas hati
    Mau makan sudah tersaji
    Tak perlu susah mencari-cari

    SILAPANG DADA JIWANYA RUKUN
    BILA BERSALAH MOHON AMPUN
    SIPICIK DADA SELALU NGERUMUN
    SUKA MENEBAS BULUH SERUMPUN

    SILAPANG DADA HIDUPNYA RUKUN
    Setiap hari memohon ampun
    Dia tidak banyak melamun
    Zdikir dan Do’a dikerjakan tekun

    BILA BERSLAH MOHON AMPUN
    Kepada Allah yang maha pengampun
    Tengah malam selalu bangun
    Untuk tahajjud dengan tekun

    SIPICIK DADA SELALU NGERUMUN
    Karena dia tak dapat menghimpun
    Orang yang selalu memohon ampun
    Akhirnya dia menjadi pikun

    SUKA MENEBAS BULUH SERUMPUN
    Sebagai gambaran tak mau rukun
    Disana-sini menjadi Penyamun
    Saking dia tak senang Rukun

    setelah bersatunya kedua Ummi
    langkah selanjutnya kita ikuti
    adakan muktamar istimewa nanti
    pilih saja Tuan Guru Zainuddin tsani

    karena Tuanguru Zainul Majdi
    sedang memimpin Ntb saat ini
    agar berjalan dengan serasi
    sesuai keinginan Bapak Hamzanwadi

    sampun niki Hatur tiang
    sebagai sarana untuk berjuang
    agar NW akan camerlang
    sampai pemerintahan terus dipegang

    Ruhul Jihad di Batam Tempatnya
    hanya mampu memberikan tulisan sederhana
    semoga bermanfaat dan berguna
    untuk diri saya dan warga

    Alhamdulillah kami ucapakan
    Karena Allah telah satukan
    pengurus besar Nahdlatul Wathan
    setelah ini jangan membuat permasalahan

    Hormat kami Ruhul Jihad Kota Batam

Leave a Reply

© 2014 Weblog of Novia Agustiar Rahmat
PageRank Checker