Sudah Efisienkah SMS Menggunakan Keypad Handphone Yang Ada Saat Ini?

Keypad Handphone Standar

Keypad

Short Message Service atau lebih sering disingkat SMS bukanlah merupakan barang baru bagi semua orang. Dari kota sampai ke pelosok-pelosok desa memanfaatkan teknologi sms ini untuk melakukan komunikasi murah meriah sebagai pengganti surat menyurat.

Namun apakah selama ini kita pernah berfikir mengenai efektifitas susunan abjad-abjad yang menempel pada tombol handphone yang kita gunakan? Berapa kali kita harus menekan tombol untuk menuliskan sebuah kalimat? Untuk menuliskan sebuah kalimat ‘apa kabar teman’ dalam bahasa Indonesia, akan berbeda jumlah ketukan yang diperlukan jika kita menuliskannnya dalam bahasa Inggris ataupun bahasa-bahasa lainnya.

Terlepas dari faktor ‘kebiasaan’ pengguna, mari kita coba membuat sebuah keypad handphone dengan menggunakan standar bahasa Indonesia yang dicampur aduk dengan bahasa jawa.

Langkah pertama, kita perlu membuat kalimat-kalimat yang sering digunakan dalam ber-sms. Semakin banyak semakin bagus.

  1. Dab, aku wes nang omah. Tak enteni sak iki!
  2. Hi, apa kabar nduk? Suwe ra ketemu pripun kabare? Oiya minggu kemaren aku ketemu adikmu, wes gede yo saiki. Salam karo ibu, kapan-kapan tak dolan rono
  3. Bro, nanti malem kita jadi ngopi gak?
  4. Ok bro, saya akan segera meluncur. Siapkan papan luncurnya
  5. Anak-anak sedang kumpul disini. Harap anda segara meluncur kesini. Segara!
  6. Saya sedang dikost saja bro. Masih terjebak dalam untaian code-code. 20 menit lagi saya akan lepas landas.
  7. Wahahahaha. Makanya ojo kesusu dab
  8. Ok pak, malem ini akan segera kita beresken

Langkah kedua, menghitung jumlah penggunaan karakter pada masing-masing kalimat diatas.

Hitung Jumlah Karakter

Langkah ketiga, menentukan peringkat masing-masing karakter. Dengan asumsi bahwa semakin tinggi jumlah karakter maka karakter tersebut adalah merupakan sebuah karakter yang harus diprioritaskan tata letaknya. Dengan kata lain karakter dengan jumlah tertinggi harus diletakkan pada urutan pertama pada masing-masing tombol (sekali ketukan).

  • A = peringkat 1 ( total : 89 )
  • B = peringkat 13 ( total : 10 )
  • C = peringkat 16 ( total : 5 )
  • D = peringkat 10 ( total : 16 )
  • E = peringkat 3 ( total : 37 )
  • F = peringkat 18 ( total : 0 )
  • G = peringkat 11 ( total : 13 )
  • H = peringkat 14 ( total : 8 )
  • I = peringkat 5 ( total : 29 )
  • J = peringkat 17 ( total : 4 )
  • K = peringkat 4 ( total : 36 )
  • L = peringkat 12 ( total :12 )
  • M = peringkat 9 ( total : 18 )
  • N = peringkat 2 ( total : 38 )
  • O = peringkat 9 ( total : 18 )
  • P = peringkat 11 ( total : 13 )
  • Q = peringkat 18 ( total : 0 )
  • R = peringkat 8 ( total : 20 )
  • S = peringkat 6 ( total : 26 )
  • T = peringkat 12 ( total : 12 )
  • U = peringkat 7 ( total : 21 )
  • V = peringkat 18 ( total : 0 )
  • W = peringkat 17 ( total : 4 )
  • X = peringkat 18 ( total : 0 )
  • Y = peringkat 15 ( total : 7 )
  • Z = peringkat 18 ( total : 0 )

Dari data hasil perangkingan diatas, maka dapat ditentukan huruf-huruf apa saja yang berhak menempati posisi satu ketukan, dua ketukan, dan tiga ketukan dalam satu tombol.

  • Satu ketukan : A N E K I S U R M
  • Dua ketukan : O D G P L T B H Y
  • Tiga ketukan : C J W F Q V X Z

Langkah keempat, menyusun huruf-huruf diatas kedalam bentuk keypad handphone.

Keypad Handphone Indonesia Jawa

Keypad Hasil Modifikasi

Langkah terakhir, pengujian. Yaitu dengan melakukan pembandingan antara keypad yang sudah dibuat dengan keypad standar pada handphone yang ada saat ini.

Sebgai contoh, kita akan menghitung berapa jumlah ketukan yang diperlukan untuk menuliskan kalimat “Selamat ulang tahun” pada kedua jenis keypad diatas.

Uji Keypad

  • A = Keypad standar
  • B = Keypad hasil modifikasi

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa dengan menggunakan keypad standar akan memerlukan 32 kali ketukan sedangkan keypad hasil modifikasi hanya memerlukan 25 kali ketukan.

Dengan menggunakan keypad hasil modifikasi akan menghemat 7 ketukan dalam menuliskan kalimat “Selamat ulang tahun”.

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *