Membuat Nama Domain Sendiri di Server Lokal

Dahulu kala… disaat PC saya belum terhubung langsung dengan Internet, banyak teman yang bertanya (yang kebetulan melihat browser yang sedang saya buka) “komputermu terhubung internet ya?“. Ini karena pada address bar web browser yang saya gunakan terpampang tulisan http://www.namadomain.com. Ini yang dinamakan Virtualhost. Sebenarnya trik ini simpel sekali, berikut penjelasannya.

Kebutuhan :

  1. Web server Apache
  2. Sistem Operasi Windows

Langkah-langkahnya :

  1. Buka file httpd.conf menggunakan teks editor yag anda miliki.
  2. File tersebut terletak didalam folder conf, pada folder Apache anda.
    Misalnya, C:\WebServer\Apache\conf\httpd.conf.
    Klik kanan pada file httpd.conf > Open With… > Notepad.

  3. Cari baris : #NameVirtualHost *:80, lalu hilangkan tanda # dan rubah menjadi NameVirtualHost 127.0.0.1.
  4. Cari baris :
  5. #<VirtualHost *:80>
    # ServerAdmin webmaster@dummy-host.example.com
    # DocumentRoot /www/docs/dummy-host.example.com
    # ServerName dummy-host.example.com
    # ErrorLog logs/dummy-host.example.com-error_log
    # CustomLog logs/dummy-host.example.com-access_log common
    #</VirtualHost>

    Lalu ubah menjadi :

    <VirtualHost 127.0.0.1>
    ServerName namadomain.com
    ServerAlias namadomain *.namadomain.com
    DocumentRoot C:/WebServer/www/folder-namadomain.com
    </VirtualHost>

    ServerName dummy-host.example.com,
    ErrorLog logs/dummy-host.example.com-error_log, dan
    CustomLog logs/dummy-host.example.com-access_log common
    dapat diabaikan.

  6. Buke file etc pada folder windows, menggunakan teks editor yang anda miliki.
  7. Lokasi file tersebut : C:\WINDOWS\system32\drivers\etc.
    Klik kanan pada file etc > Open With… > Notepad.
    Lalu tambahkan baris berikut ini,
    127.0.0.1 namadomain.com www.namdomain.com

  8. Restart / jalankan apache anda. Buka http://namadomain.com atau http://www.namadomain.com. Selesai.

Keterangan :

  1. ServerName namadomain.com
  2. Merupakan nama server utama website anda (bener gak sih penjelasannya? hehe).
    Wes manut sajalah, isikan dengan nama domain utama yang anda inginkan.
    Misalnya, opik.com

  3. ServerAlias namadomain *.namadomain.com
  4. ServerAlias merupakan nama alias/nama lain dari domain utama anda.
    Misalnya, www.namadomain.com.
    Tanda “*.“, artinya apapun karakter yang ada didepan namadomain.com (misal: www.namadomain.com, anu.namadomain.com, ini.namadomain.com), tetap akan mengantarkan anda ke halaman website namadomain.com

  5. DocumentRoot C:/WebServer/www/folder-namadomain.com
  6. DocumentRoot merupakan folder dimana file web anda berada.

Selamat, kini anda dapat membuat domain sesuka hati anda.

PS: Jikalau ada penjelasan tambahan atau teknik yang lain mohon dishare ya ๐Ÿ˜€

15 comments

  1. Mau nanya donk kk..
    Ini berlaku di jaringan LAN juga ga?
    Computer yang terhubung dengan LAN hanya mengetik nama domain di web browser

  2. Saya sendiri belum pernah mencoba untuk jaringan LAN.
    Tapi saya rasa ini juga berlaku untuk jaringan LAN.
    Kuncinya di langkah no. 4, ganti IP 127.0.0.1 menjadi IP komputer yang dijadikan web server.

  3. mas tolong kasih tau penjelasan, file yang ada di dalam http.conf semuanya itu buat apa y? atau tutorialnya perintah2 yg didalam http.conf ituloh…….,klau bisa kirim di email ya…terimah kasih sebelumnya….!

  4. Saudara Palsu :

    Bisa dirinci lagi pertanyaannya? Soalnya baris tulisan di httpd.conf banyak sekali, dan tidak mungkin saya jelaskan semuanya ๐Ÿ˜€

  5. * NameVirtualHost *:80
    Untuk mendefinisikan nama host yang akan kita gunakan sebagai webserver.

    * VirtualHost *:80
    Ini untuk medefinisikan host/ip yang akan digunakan untuk jadi virtual host.

    * ServerAdmin webmaster@dummy-host.example.com
    Ini digunakan untuk mendefinisikan alamar email yang digunakan untuk admin.
    Jika hanya digunakan untuk server lokal, hal diatas tidak terlalu penting.

    * DocumentRoot /www/docs/dummy-host.example.com
    Digunakan untuk menentukan lokasi/folder dokumen.
    Jika anda menggunakan sistem operasi windows, dapat diisi seperti ini :
    C:/Folder_Web_Server/Nama_Folder_Script_Web

    * ServerName dummy-host.example.com
    Untuk menentukan nama domain yang akan digunakan.
    Jika diaplikasikan untuk server lokal saja, anda bebas menulis nama domain semau anda.

    * ErrorLog logs/dummy-host.example.com-error_log
    Untuk menentukan nama file yang akan mencatat jika terjadi error pada script anda.

  6. klo boleh tau pake apache berapa ya…….
    Maklum lah baru belajar nih…..
    Trus aku gak bisa temukan file etc di C:\WINDOWS\system32\drivers\etc
    mohon bantuannya lagi dong…..

  7. Apache yang digunakan bisa 1.3.x ataupun versi 2.x.

    Maaf penjelasan mengenai “file etc” diatas ada kekeliruan.
    Yang benar adalah :
    Folder : C:\WINDOWS\system32\drivers\etc\
    Nama File: hosts

    Trims sudah mengingatkan.

  8. ServerName dummy-host.example.com,
    ErrorLog logs/dummy-host.example.com-error_log, dan
    CustomLog logs/dummy-host.example.com-access_log common
    dapat diabaikan.

    maksudnya di abaikan gemana nih om,,,,
    di tiban aja getu semua di apus,,,
    makasi ya om infonya,,,,

  9. Munculnya begini om gimana ya
    Unable to determine IP address from host name “www.perangkat.guru”

  10. kalo virtualhost apache sdh di setting domain kita. langkah no4 ga perlu diterapkan begitu juga sebaliknya jika tidak menerapkan virtualhost cukup langkah no4 saja sdh cukup..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *